Salah satu anggota Komite Normalisasi, Dityo Pramono, menegaskan timnya hanya terkendala dengan waktu yang mepet untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Ya, KN hanya punya waktu kurang lebih 1,5 bulan. Mereka menerima mandat sejak 1 April kemarin. KN diharapkan sudah bisa menyelenggarakan Kongres PSSI untuk menentukan ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif.
"Kami hanya terkendala waktu. Biasanya (untuk mengurusi semuanya) butuh waktu 6 bulan, tetapi kami cuma punya 1,5 bulan," tegas Dityo.
Dityo kemudian menegaskan bahwa draf electoral code Kongres PSSI nanti akan diberikan kepada Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan para peserta kongres secara bersamaan. Ini agar kejadian di waktu lalu (draf electoral code dikritik peserta akibat tak transparan) tak terulang lagi.
"Draf electoral code ini akan diberitahukan kepada FIFA dan peserta kongres secara berbarengan. Jadi, kalau ada yang komplain, bisa langsung ditanggapi," ujarnya.
Draf electoral code Kongres PSSI sendiri sudah dirumuskan. Kini tinggal menunggu persetujuan dari sang ketua, Agum Gumelar, yang pada rapat pleno hari Jumat (8/4/2011) tidak dapat hadir karena berada di luar kota. Jika draf itu disetujui Agum, draf tersebut langsung dikirimkan ke FIFA dan semua peserta kongres.
Komite Normalisasi Terkendala Waktu
21.17 |
Read User's Comments(0)
Naikan Tiket, Aremania Demo
21.14 |
MALANG – Harga tiket partai Arema Indonesia menjamu Persija Jakarta dalam laga lanjutan kompetisi ISL di Kanjuruhan, Minggu (10/4), dipastikan naik. Rencana ini terpaksa dilakukan manajemen klub Arema Indonesia, karena keinginan segera melunasi gaji pemain yang kurang 1,5 bulan.
“Kalau saja partai Arema menjamu Shandong Luneng ditonton Aremania seperti saat Arema menjamu Persib Bandung, manajemen pasti tak akan menaikkan harga tiket partai jamuan terhadap Persija,” kata Humas Arema Indonesia Sudarmaji saat dihubungi, Jumat (8/4).
Kenaikan tiketnya, diantaranya, untuk kelas ekonomi, yang awalnya Rp 25 ribu, kini naik menjadi Rp 30 ribu. Untuk kelas VIP Rp 75 ribu naik menjadi Rp 100 ribu dan kelas VVIP dari Rp 100 ribu naik menjadi Rp 150 ribu.
Kabar kenaikan tiket itu buat Korwil Stasiun, Ponidi alias Tembel bukanlah sebuah persoalan senyampang bersifat sementara. Sebaliknya jika bersifat berlanjut sebaiknya semua pihak diajak bicara, sehingga persoalan ini dapat disosialisasikan kepada Aremania yang ada di bawah.
Sedangkan Marheis meminta manajemen meninjau ulang soal menaikkan harga tiket. Pasalnya penampilan para pemain Arema saat menjamu Shandong, terlihat tidak seperti biasanya dan mengecewekan Aremania yang menonton. Dengan penyelenggaraan pertandingan pada malam hari, maka soal kenaikan tiket harus ditinjau ulang dan dibatalkan. Selain partai ini ditayangkan televisi, sehingga berpeluang mengurangi animo Aremania.
Menuai Demo
Kebijakan Manajemen Arema menaikkan harga tiket saat Arema menjamu Persija Jakarta, menuai protes yang datang dari Aremania. salah satunya apa yang disampaika Hendra, Aremania Malang Selatan.
"Bukan saya saja yang tidak setuju harga tiket naik. tetapi teman-teman Aremania lainnya juga protes," katanya.
Seharusnya, langkah yang terbaik, sebelum dinaikkan harganya, ada musyawarah terlebih dahulu dengan para Korwil Aremania. "Tidak usah dengan semua Aremania, cukup diwakili Korwil saja," ujarnya.
Walaupun kenaikan harga tiket itu demi membayar gaji pemain, juga melihat kondisi Aremania. "Pokoknya dibicarakan dulu dengan Aremania. Agar tidak menjadi masalah," katanya.
Hal senada juga disampaikan Anton, Aremania Bululawang, Kabupaten Malang. "Banyak Aremania yang keberatan. Tak semua Aremania mampu untuk beli tiket seharga itu. Makanya harus dipikirkan dulu bagaimana kondisi Aremania," harapnya. md3
Langganan:
Komentar (Atom)






